9.3.15

Jared Leto's New Look: Yay or Nay?

Dalam kehidupan seorang aktor Hollywood papan atas, tuntutan peran dijalani seserius mungkin, salah satunya pendalaman karakter dan mengubah penampilan fisik untuk menunjangnya. Bagi Jared Leto yang sedang terlibat dalam proses syuting film Suicide Squad, ia diharuskan mengecat rambutnya dengan warna blonde.

Sayangnya untuk gaya kali ini, ia seakan mengalami krisis identitas dalam hal berbusana. Tampilan rambut yang sleek ditarik ke belakang tentu mengingatkan kita akan sosok mafia Eropa yang dingin dan angkuh, namun koordinasi berbusana pilihannya terlihat memaksakan dan membuyarkan imej pria idaman wanita yang selama ini melekat di dirinya.

Ia tampil perdana dengan rambut blonde ini saat menghadiri pekan mode Paris. Awalnya banyak yang mengira dirinya adalah sosok fashion blogger atau fashionista yang sedang meniru gaya desainer Karl Lagerfeld, namun setelah diperhatikan lebih seksama, banyak orang yang terkejut di balik tampilan eksentrik itu adalah aktor Jared Leto yang sebelumnya bergaya hippies dengan rambut panjang dan janggut tebal.

Ini bukan pertama kalinya jared mengecat rambut untuk memenuhi tuntutan peran di film. Di tahun 1999, ia juga sempat mewarnai rambut menjadi blonde dengan potongan acak untuk film Fight Club. Di film ini ia berakting bersama Brad Pitt dan Edward Norton.

Banyak kritikus mode dan fans wanita melihat penampilan baru aktor peraih Oscar tersebut kurang sesuai dan seakan mengalami krisis identitas. Hal ini dikarenakan ia menyampur berbagai gaya dalam satu tampilan sekaligus namun sebenarnya kedua gaya itu tidak boleh dikombinasikan. Sebut saja gaya grunge kemeja flannel yang diikat di pinggang tiba-tiba dipadankan dengan jaket tribal yang bernuansa eksotik etnik.

Adapula gaya parlente khas keluarga kerajaan Eropa yang tersirat dari jaket beludru dengan tempelan emblem tiba-tiba dipadankan dengan boots hiking yang besar dan berbulu. Anehnya lagi, mengapa kacamata hitam aviator harus dikenakan di dalam ruangan. Ia terkesan meniru desainer Karl Lagerfeld namun tidak sukses dan menjadi momok untuk bahan lelucon.

Terlepas dari segala kritik, Jared juga banyak mendapatkan pujian dari banyak pihak akan totalitas transformasi gayanya dari seorang hippies menjadi seorang yang parlente. Usahanya untuk mempromosikan film terbarunya lewat kehadiran di pekan mode prestisius juga merupakan langkah tepat untuk menciptakan sensasi sekaligus promosi gratis.





No comments:

Post a Comment